![]() |
| Baca Injil: Lukas 15:20-24 |
mengampuni bukanlah tindakan mudah. Banyak anak Tuhan yang jatuh dalam dosa akibat sulit mengampuni. Mengakunya sih udah mengampuni, tapi hanya di bibir aja. Seorang hamba Tuhan mengatakan, manusia bisa mengampuni hanya dibibir saja, karena sesungguhnya manusia sulit melupakan. Makanya sulit dibilang mengampuni tapi kalo nyatanya tidak bisa melupakan tindakan orang lain yang menyakitkan hati kita.
Pengampunan bapa dalam perumpamaan anak yang hilang adalah standar pengampunan yang benar. Dalam kisah ini, kita tidak menemukan pengampunan teoritis dengan kalimat "aku mengampuni" tetapi ada praktek pengampunan yang luar biasa. Ketika bapanya melihat anaknya yang jatuh dalam dosa itu kembali, "tergeraklah hatinya oleh belas kasihan." Bapa itu telah melupakan tindakan anaknya yang telah menyakitinya. Terbukti dia berlari mendapatkan anaknya, merangkul dan menciuminya (ayat 20). Lebih dari itu, ia membrikan jubah yang terbaik, cincin, sepatu dan mengadakan pesta besar (ayat 24). Inilah bukti pengampunan yang benar. Lahir dari dasar hati yang tulus untuk mengampuni.
Bapa ini telah membuktikan pengampunan dengan melupakan masa lalu dan tindakan-tindakan yang dapat dilihat semua orang. Bapa ini tidak lagi mengingat kesalahan anaknya dan kerugian yang ditimbulkannya. Ia juga tidak curiga kepada anaknya, justru ia langsung mendekat dan menunjukkan keakraban yang lebih besar dari sebelumnya. Bapa ini tidak memiliki trauma terhadap sikap si anak, sebab dia memiliki hati yang penuh kasih.
Sobat Raise, sudahkah kita mengampuni orang yang menyakiti hati kita? Pengampunan seperti apakah yang kita lakukan? Ingatlah, mengampuni adalah keharusan bagi orang percaya, supaya hidup kita berkenan kepada Bapa dan doa kita dijawab oleh Tuhan. Akan tetapi jangan tutupi hati kita yang belum bisa mengampuni dengan pura-pura mengampuni. Karena itu justru membuat kita semakin berdosa dan jauh dari berkat Allah. Nah, melangkahlah dengan pengampunan yang benar lewat melupakan dan tindakan kasih!..
(Yeremia 31:34 "Aku akan mengampuni...tidak lagi mengingat...")
Ada
2 orang Ahli Karate , yang satu Senior / Sinfai dan Junior , Dan mereka
Ber-2 tinggal di Kuil Perguruan IK ( Ikatan Karate ) yg pada zaman
kekaisaran Cina .
Di waktu pagi Hari yang Indah sang Senior
melihat dari Kamar tempat tidurnya Embun membasahi daun yang Indah , dan
Sang Senior mengajak Sang Junior keluar untuk melihat Betapa Indah
aspek Alam buatan TUHAN .
Dan si Junior berkata : " Untuk apa
TUHAN Menciptakan ini semua " , dan Sang Senior mengajak Ia pergi ke
suatu Tempat ' yaitu di pegunungan Tibet utara , untuk melihat Desa2 dan
Sungai2 yg Indah .
Dan Senior pun mengatakan Hal2 yg
terkandung dalam Aspek2 dan Makna2 Dari Alam tertentu , Dan Senoir
berkata : Engkau melihat Sungai sana , dan Junior berkata : Ya , dan
Senoir berkata : Engkau juga melihat desa2 yang ada disana dan Junior
berkata : Ya .
Senoir pun berakta : Desa2 disana akan mati
kehausan jika tidak ada sungai itu dan Sungai itu pun tidak akan ada
Gunanya jika tidak ada Desa itu , Dan begitu juga Karate .
Karate adalah Bela diri yg mengandalkan Kekuatan dan Tenaga dalam yg Streknal / yg menyatu antara Fisik .
dan Kekuatanmu tidak akan Ada gunanya jika tidak ada Tenaga dalam dan
juga pun Tenaga dalammu pun tidak akan ada gunanya jika tidak ada
kekuatan .
Dan Junior berkata : " jadi yang Sinfai maksud tentang untuk apa TUHAN Menciptakan Dunia ini ?
JAWABAN Nya Adalah : " TUHAN YESUS mempunyai Rancangan untuk kita di
Jadikan dan Ini semua TUHAN Yg melakukan dan Kita mesti Ingat . Hal
utama : " TUHAN YESUS mengasihi anda dan ia ingin menujukan KASIHnya
pada Anda dan Bukan skedar pamer / pamrih , dan INGATlah : " Dia
mengasihi anda .
Lalu Junior berkata : Jadi apa Hubunganya dgn Karate ?
Senior menjawab : Sprti kamu memecahkan Batu bata di tanganmu , begitu
pula TUHAN Ia sanggup melakukan Hal yang Mustahil buat kamu .
Teman-teman hari ini kita belajar satu hal : TUHAN Sanggup melakukan hal
mustahil buat kamu , tetapi itu Semua kunci hanya pada kamu , Apakah
kamu mau melakukanya , sprti sungai dan desa tadi ' Jika kamu mendengar
Firman Tuhan apakah itu kamu lakukan ,itu semua ada padamu HARI INI JUGA
Sobat , Jadi pilihlah Iman tanpa Hakekatnya mati .
Markus 9 : 23 .
Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya .

Bacaan Injil : Yakobus 1 : 12-18
Setiap orang tentu ingin maju. Itu sebabnya, mereka harus belajar. Dalam belajar, selalu ada ujiannya. Tanpa ujian, kita pasti tidak akan pernah naik tingkat dan mendapat ijazah. Karena kenaikan tingkat dan ijazah adalah bukti bahwa kita pribadi yang memiliki cara pandang yang maju. Sama halnya dengan hidup beriman. Ada ujian untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi. Allah selalu memberi ujian kenaikan tingkat kepada kita. Jika lulus, maka tingkat keimanan kita akan semakin berkualitas dan menuju kesempurnaan.
Tapi jangan salah, ternyata ujian formal di sekolah lebih membuat kita antusias untuk lulus. Sementara ujian iman, banyak sekali yang gak lulus dalam ujian yang diberikan Allah. Mereka justru mengalami degradasi iman bahkan kehancuran. Mengapa??karena kita lupa bahwa saat Allah menguji iman kita di sisi lain ada oknum lain yang juga memanfaatkan moment itu untuk menggoda manusia agar imannya hacur. Dialah iblis.
Namun, jika kita tidak berhasil naik ke tingkat yang lebih tinggi dalam ujian, ini bukan berarti kita gagal total. Allah memberikan kita kesempatan untuk berusaha dan meraih kemenangan yang tertunda itu. Sebaliknya kalo iblis bukan hanya tidak ingin kita tidak naik tingkat saja, tapi ia juga ingin semua yang kita usahakan dan yang sedang kita raih hancur total. Jahat banget kan?!?..iblis berusaha menyudutkan kegagalan kita naik tingkat dengan dosa-dosa kita dimasa lalu. Sehingga kita pun frustasi n smakin menjauh dari Allah. Ini memang trik iblis agar kita semakin tidak naik tingkat dan jauh dari Allah.
Sobat Raise..ketika kita menghadapi ujian dari Allah, jangan pernah menyerah! Sebab Allah ingin mendewasakan iman kita. Namun iblis paling suka menghancurkan semua tatanan iman kita sebagai orang Kristen. Karena itu, waspadalah dan bertahanlah! Jika kita tahan uji, maka kita akan menerima mahkota kehidupan. Namun jika kita belum berhasil dalam ujian iman, jangan putus asa.! Teruslah berdoa dan berjalan dalam kebenaran firman Allah. Karena kebenaran itulah yang akan mengantarkan kita mendapatkan mahkota kehidupan yang kekal..
Judul: Berpegang pada hikmat
Bagaimanapun seringnya sang ayah mengajar anaknya, jika si anak tidak mau berusaha keras untuk menaati dan menjalankannya, maka semua nasihat akan berlalu sia-sia. Nas hari ini menekankan pentingnya tanggung jawab agar orang dapat melakukan ajaran.
Sang anak harus berpegang pada perintah yang diberikan. Kata berpegang adalah dari kata shamar, muncul di ayat 1 dan 2. Kata ini sering dipakai berkenaan dengan "berpegang pada perintah dan ketetapan Tuhan" (Ul. 10:13). Selain berpegang, ia juga harus menyimpan perintah itu (1b). Kata yang diterjemahkan "menyimpan" mempunyai arti "menyembunyikan, " seperti orang menyembunyikan harta pusaka. Hal ini ditekankan juga dalam ayat 2 b, dimana disebutkan ‘seharusnya dipegang seperti biji mata’. Biji mata merupakan bagian yang sangat berharga, tetapi juga rapuh, karenanya harus dijaga dengan hati-hati. Artinya, perintah ini harus diperlakukan seperti barang yang sangat bernilai, yang harus disimpan dengan baik.
Kemudian perintah itu harus ditambatkan pada jari dan dituliskan pada loh hati (3). Ini mengingatkan kita pada Ul. 6:4-9, yang memerintahkan untuk menyimpan perintah Tuhan dalam hati (dalam bahasa Ibrani; LAI menerjemahkan "haruslah engkau perhatikan, " 6:6) dan mengikatkan ajaran tersebut pada tangan dan dahi (6:8). Maksudnya, perintah tersebut harus mengubah diri sang anak secara internal (dalam hati) dan eksternal (dalam perbuatannya).
Terakhir, sang ayah menasihati si anak untuk membangun relasi yang intim dengan hikmat (4). Konteks ini menunjukkan bahwa "hikmat" dan "pengertian" merupakan personifikasi (bnd. pasal 8). Tujuan membangun relasi yang intim dengan hikmat adalah supaya sang anak terhindar dari relasi dengan perempuan jalang (5).
Sebagai orang Kristen kita dituntun firman Tuhan. Namun ajaran Tuhan akan sia-sia jika tidak dijalankan. Kita harus sadar bahwa setelah menerima ajaran Tuhan, kita bertanggung jawab untuk menyimpan dan menjalankan ajaran itu supaya terhindar dari jerat dosa.
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/santapanharian/home.php?d=2011/09/21/
God Bless.... :)
»» READMORE...
Bagaimanapun seringnya sang ayah mengajar anaknya, jika si anak tidak mau berusaha keras untuk menaati dan menjalankannya, maka semua nasihat akan berlalu sia-sia. Nas hari ini menekankan pentingnya tanggung jawab agar orang dapat melakukan ajaran.
Sang anak harus berpegang pada perintah yang diberikan. Kata berpegang adalah dari kata shamar, muncul di ayat 1 dan 2. Kata ini sering dipakai berkenaan dengan "berpegang pada perintah dan ketetapan Tuhan" (Ul. 10:13). Selain berpegang, ia juga harus menyimpan perintah itu (1b). Kata yang diterjemahkan "menyimpan" mempunyai arti "menyembunyikan, " seperti orang menyembunyikan harta pusaka. Hal ini ditekankan juga dalam ayat 2 b, dimana disebutkan ‘seharusnya dipegang seperti biji mata’. Biji mata merupakan bagian yang sangat berharga, tetapi juga rapuh, karenanya harus dijaga dengan hati-hati. Artinya, perintah ini harus diperlakukan seperti barang yang sangat bernilai, yang harus disimpan dengan baik.
Kemudian perintah itu harus ditambatkan pada jari dan dituliskan pada loh hati (3). Ini mengingatkan kita pada Ul. 6:4-9, yang memerintahkan untuk menyimpan perintah Tuhan dalam hati (dalam bahasa Ibrani; LAI menerjemahkan "haruslah engkau perhatikan, " 6:6) dan mengikatkan ajaran tersebut pada tangan dan dahi (6:8). Maksudnya, perintah tersebut harus mengubah diri sang anak secara internal (dalam hati) dan eksternal (dalam perbuatannya).
Terakhir, sang ayah menasihati si anak untuk membangun relasi yang intim dengan hikmat (4). Konteks ini menunjukkan bahwa "hikmat" dan "pengertian" merupakan personifikasi (bnd. pasal 8). Tujuan membangun relasi yang intim dengan hikmat adalah supaya sang anak terhindar dari relasi dengan perempuan jalang (5).
Sebagai orang Kristen kita dituntun firman Tuhan. Namun ajaran Tuhan akan sia-sia jika tidak dijalankan. Kita harus sadar bahwa setelah menerima ajaran Tuhan, kita bertanggung jawab untuk menyimpan dan menjalankan ajaran itu supaya terhindar dari jerat dosa.
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/santapanharian/home.php?d=2011/09/21/
God Bless.... :)
1 Petrus 4:7-11
Sudah beberapa kali terjadi penyesatan mengenai akhir zaman sehingga ada orang yang sampai berhenti dari pekerjaannya dan menjual segala harta miliknya, karena ingin mempersiapkan diri menyambut hari istimewa itu. Namun di sisi lain ada orang yang sangat tidak peduli pada pengharapan ini sehingga hidupnya tidak diarahkan kepada Kristus. Lalu bagaimanakah kita, sebagai orang Kristen, harus menyikapi akhir zaman yang semakin mendekat?
Pengharapan akan kedatangan Kristus yang kedua kali merupakan hal penting bagi iman kita sebagai pengikut Kristus. Pengharapan bahwa Kristus akan datang untuk kedua kali seharusnya berdampak pada sikap dan perilaku orang beriman. Seharusnya juga memotivasi orang Kristen untuk tetap konsisten dalam kehidupan sebagai pengikut Kristus.
Petrus berbicara tentang bagaimana orang percaya seharusnya hidup, yaitu bukan hanya hidup dalam relasi pribadinya dengan Allah, tetapi juga dalam relasi dengan komunitas orang percaya, sebagai saudara seiman.
Ada tiga hal yang dikemukakan Petrus: doa, kasih, saling melayani (7-9).Untuk dapat berdoa, orang harus menguasai dirinya dan menjadi tenang (7). Lalu dalam relasi dengan saudara seiman harus ada semangat untuk saling mengasihi, artinya bukan hanya untuk menerima kasih dari orang lain, tetapi juga mau mengasihi orang lain. Kasih harus dipancarkan dengan kerinduan agar orang lain pun mengalami damai sejahtera. Kasih hendaknya bukan hanya menjadi wacana atau sebuah idealisme, tetapi harus nyata dalam setiap tindakan yang kita lakukan(9-11). Misalnya, kita dapat memberikan sesuatu yang kita miliki kepada orang yang membutuhkan. Atau dengan saling melayani di antara saudara seiman.
Kita semua tentu paham bahwa kedatangan Yesus yang kedua kali merupakan realitas. Pengharapan eskatologis ini kiranya terpancar dalam kasih yang mendasari relasi kita dengan saudara seiman, juga dalam kesetiaan kita melayani. Dan semua itu terjadi karena pemahaman dan kerinduan bahwa Allah akan dimuliakan.
Happy Sunday all..
God Bless you
»» READMORE...
Sudah beberapa kali terjadi penyesatan mengenai akhir zaman sehingga ada orang yang sampai berhenti dari pekerjaannya dan menjual segala harta miliknya, karena ingin mempersiapkan diri menyambut hari istimewa itu. Namun di sisi lain ada orang yang sangat tidak peduli pada pengharapan ini sehingga hidupnya tidak diarahkan kepada Kristus. Lalu bagaimanakah kita, sebagai orang Kristen, harus menyikapi akhir zaman yang semakin mendekat?
Pengharapan akan kedatangan Kristus yang kedua kali merupakan hal penting bagi iman kita sebagai pengikut Kristus. Pengharapan bahwa Kristus akan datang untuk kedua kali seharusnya berdampak pada sikap dan perilaku orang beriman. Seharusnya juga memotivasi orang Kristen untuk tetap konsisten dalam kehidupan sebagai pengikut Kristus.
Petrus berbicara tentang bagaimana orang percaya seharusnya hidup, yaitu bukan hanya hidup dalam relasi pribadinya dengan Allah, tetapi juga dalam relasi dengan komunitas orang percaya, sebagai saudara seiman.
Ada tiga hal yang dikemukakan Petrus: doa, kasih, saling melayani (7-9).Untuk dapat berdoa, orang harus menguasai dirinya dan menjadi tenang (7). Lalu dalam relasi dengan saudara seiman harus ada semangat untuk saling mengasihi, artinya bukan hanya untuk menerima kasih dari orang lain, tetapi juga mau mengasihi orang lain. Kasih harus dipancarkan dengan kerinduan agar orang lain pun mengalami damai sejahtera. Kasih hendaknya bukan hanya menjadi wacana atau sebuah idealisme, tetapi harus nyata dalam setiap tindakan yang kita lakukan(9-11). Misalnya, kita dapat memberikan sesuatu yang kita miliki kepada orang yang membutuhkan. Atau dengan saling melayani di antara saudara seiman.
Kita semua tentu paham bahwa kedatangan Yesus yang kedua kali merupakan realitas. Pengharapan eskatologis ini kiranya terpancar dalam kasih yang mendasari relasi kita dengan saudara seiman, juga dalam kesetiaan kita melayani. Dan semua itu terjadi karena pemahaman dan kerinduan bahwa Allah akan dimuliakan.
Happy Sunday all..
God Bless you
Keluarga Kristen di berbagai belahan bumi secara serentak merayakan Natal
di bulan Desember ini, namun masing-masing memiliki cara dan tradisi
yang unik sesuai dengan budaya dimana mereka tinggal. Redaksi berhasil
menghimpun tradisi-tradisi keluarga Kristen dalam merayakan Natal dari berbagai negara, yang diperoleh dari berbagai sumber. Nah... marilah kita berkeliling dunia untuk mengenal tradisi Natal mereka.....
- Natal di Spanyol
Di Spanyol, saat merayakan Natal, biasanya Nacimiento (kata "palungan" dalam bahasa Spanyol) diletakkan di tengah ruangan. Selanjutnya pada hari Natal seluruh anggota keluarga berlutut mengelilingi palungan tersebut sambil berdoa dan menyanyikan lagu-lagu Natal. Kebiasaan yang dilakukan anak-anak adalah meletakkan sepatu-sepatu mereka di jendela yang diisi dengan berbagai permen dan mainan.
- Natal di Meksiko
Orang Meksiko merayakan Natal dengan menggelar festival selama 9 hari. Setiap malam tampil atraksi dari berbagai keluarga yang berbeda dengan dipimpin oleh anak kecil yang membawa patung Yesus, Maria dan Yusuf yang terbuat dari tanah liat. Mereka berjalan ke rumah-rumah yang sedang melangsungkan pusada (baca: pesta) dan menyanyikan lagu-lagu Natal. Sementara itu beberapa orang dari mereka berusaha memecahkan boneka yang terbuat dari tanah liat yang tergantung di langit-langit rumah) sehingga seluruh peserta akan dihujani dengan berbagai permen dan hadiah dari dalam boneka buatan tersebut.
- Natal di Austria
Liburan dimulai tanggal 6 Desember dimana anak-anak berkumpul untuk menunggu kedatangan St. Nicholas (Santa Claus) beserta asistennya yang bernama Krampus (atau Piet Hitam). Pada malam Natal, ikan merupakan menu utama makan malam keluarga. Kemudian dilanjutkan dengan acara pembagian hadiah dimana seluruh anggota keluarga mengitari pohon Natal yang telah dihiasi dengan lampu dan manisan buah plum.
- Natal di Jerman
Pohon Natal merupakan hal yang mutlak ada di rumah keluarga Kristen di Jerman. Menjelang malam Natal para orangtua akan mempersiapkan dan menghiasi pohon Natal dengan apel, permen, kacang, kue, mobil-mobilan, kereta api mainan, malaikat, emas- emasan, apa yang merupakan kesenangan seluruh keluarga, dan lilin. Hadiah-hadiah ditempatkan di bawah pohon Natal. Ketika semua sudah siap, bel dibunyikan sebagai tanda bagi anak-anak untuk memasuki "Ruangan Natal." Anak-anak menyanyikan pujian, mendengarkan cerita Natal, dan membuka hadiah mereka yang terdapat di bawah pohon Natal.
- Natal di Perancis
Pada malam Natal, anak-anak Perancis biasa meletakkan sepatu mereka di depan perapian sambil berharap Santa Claus (Pere Noel) akan memenuhi sepatu mereka dengan berbagai hadiah. Jamuan tengah malam di malam Natal adalah daging yang disebut "le reveillon". Reveillon berarti bangun, atau panggilan untuk hari pertama. Jadi reveillon adalah simbol kebangkitan spiritual dari arti kelahiran Yesus. Daging tersebut bisa terdiri dari tiram, sosis, arak, ham bakar, unggas panggang, salad, buah-buahan dan kue tart. Di Perancis Selatan ada satu tradisi yang unik. Pie/Kue Daging Natal (pain calendeau) dipotong secara bersilang dan dimakan hanya setelah bagian yang pertama diberikan kepada orang yang miskin.
- Natal di Filipina
Orang Filipina sangat menyukai Natal, lagu-lagu Natal sudah mengudara di berbagai stasiun radio bahkan sejak bulan september. Pada tanggal 16 hingga 24 Desember pagi diadakan misa khusus yang disebut "Misa de Gallo", dan seusai misa biasanya disediakan berbagai sajian makanan khas daerah yang terbuat dari beras. Pada malam Natal, seusai mengikuti misa tengah malam, para keluarga Filipina berkumpul untuk menikmati makan malam bersama. Menunya pun cukup mengundang selera, yaitu babi panggang utuh, daging asap, aneka keju serta masakan lainnya. Ini adalah saat dimana keluarga berkumpul untuk memohon kesehatan dan keselamatan bagi setiap orang. Lalu hadiah Natal pun dibuka dengan gembira.
- Natal di Korea
Anak-anak di Korea mempunyai tradisi sendiri dalam merayakan Natal, yaitu dengan saling memberi kartu Natal. Tidak peduli berapa banyak teman sekolah atau teman bermain, mereka akan mengirim dan membalas semua kartu yang mereka terima, meski dengan demikian anak-anak di Korea harus melewatkan jam tidur malamnya hanya untuk membalas kartu-kartu Natal tersebut. Uniknya, setiap kartu memiliki isi yang berbeda. Ini menunjukkan bagaimana mereka mengekspresikan perasaan mereka pada setiap orang yang mereka kenal.
- Natal di Australia
Tidak seperti suasana Natal yang seringkali digambarkan jatuh pada musim dingin, Natal di Australia justru jatuh pada musim panas. Karena itu, banyak aktivitas bernuansa Natal yang mereka lakukan di kolam renang, pantai, atau pusat perbelanjaan. Permainan kriket yang dimulai sehari sesudah Natal dan perlombaan perahu dayung (yacht) dari Sydney ke Hobart di Pelabuhan Sydney adalah dua acara olah raga penting yang diadakan tiap Natal. Namun seperti layaknya tradisi Natal di berbagai negara lain, keluarga Kristen di Australia biasanya juga meluangkan waktu untuk berkumpul dan makan bersama di malam Natal.
- Natal di China
Anak-anak Kristen di Cina menghias rumah dan pohon Natal mereka dengan lentera dan bunga-bunga dari kertas. Lentera itu mengingatkan mereka akan Yesus, Sang Terang dunia.
- Natal di Irlandia
Pada malam Natal di Irlandia, anak terkecil dalam sebuah keluarga menyalakan lilin dan meletakkannya pada jendela terbesar. Lilin itu akan dibiarkan menyala sepanjang malam untuk menerangi jalan bagi orang yang mencari tempat berteduh, seperti Maria dan Yusuf pada Natal pertama.
- Natal di Swedia
Hari raya Santa Lusia tanggal 13 Desember adalah perayaan pertama Natal di Swedia. Nama Santa Lusia dipakai untuk mengingat seorang gadis kecil bernama Lusia yang membawakan makanan bagi orang-orang Kristen yang bersembunyi ratusan tahun yang lampau. Anak tertua dalam sebuah keluarga mengenakan lilin di atas kepalanya dan membawa roti untuk sarapan bagi keluarga mereka di tempat tidur.
- Natal di Venezuela
Di Venezuela anak-anak mendapat hadiah Natalnya pada tanggal 6 Januari, yaitu pada perayaan hari tiga orang Majus. Sebelum tidur, anak-anak menaruh jerami bagi unta-unta orang Majus, dan pada pagi harinya mereka akan menemukan hadiah dari orang Majus.
- Natal di Greenland
Keluarga di Greenland harus mengimpor pohon Natal dari luar negeri, karena di negara mereka pohon itu tidak tumbuh.
- Natal di Inggris
Puding, plum dan pie adalah makanan khas yang disajikan pada waktu Natal di Inggris. Kartu Natal pertama kali juga diciptakan di negara ini.
- Natal di Polandia
Di Polandia setiap malam Natal selalu disediakan sebuah kursi di meja makan untuk bayi Yesus.
- Natal di Liberia
Kebanyakan penduduk di Liberia tidak merayakan Natal, tetapi mereka menghias rumah mereka dengan sebatang pohon palem yang dihiasi lonceng merah dan menyanyikan lagu Natal.
- Natal di Irak
Di malam Natal seluruh keluarga akan berkumpul untuk mendengarkan kisah Natal. Seorang anak akan membacakan kisah Natal dari Alkitab sementara anggota keluarga yang lain memegang lilin-lilin.



